25 Nov 2013

Etika Pemanfaatan Mesin Pencari di Internet dalam Membuat Tugas Penulisan

Definisi Internet 
Secara harfiah, internet (kependekan dari interconnected-networking) ialah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan suatu protokol (aturan) standar, dikenal sebagai Transmission Control Protocol Internet Protocol (TCP/IP) untuk melayani pengguna di seluruh dunia. TCP/IP adalah protokol standar yang digunakan untuk menghubungkan jaringan-jaringan di dalam internet sehingga data dapat dikirim dari satu komputer ke komputer lainnya. Setiap komputer diberikan suatu nomor unik yang disebut dengan alamat IP.Media yang menghubungkan bisa berupa kabel, kanal satelit maupun frekuensi radio. 
Jadi, internet menyediakan akses untuk layanan telekomununikasi dan sumber daya informasi untuk jutaan pemakainya yang tersebar di seluruh dunia. 

Etika Penggunaan Internet 
Internet sebagai tools yang menyediakan berbagai layanan yang bersifat terbuka, dapat memberikan manfaat positif juga ekses negatif kepada para pengguna. Berbagai tindak kejahatan dan pelanggaran hukum dapat terjadi melalui pemanfaatanteknologi internet. Oleh karena itu dalam pemanfataannya harus memperhatikan norma-norma, baik hukum, sosial, dan agama. Secara hukum tidak boleh melanggar hukum baik internasional maupun nasional yang diatur dalam UU ITE. Juga tidak boleh melanggar norma kesusilaan, ras dan agama yang dapat menimbulkan dampak luas secara negatif terhadap masyarakat.
Permasalahan hak cipta juga menjadi hal yang harus sangat diperhatikan oleh mahasiswa terutama dalam hal penulisan yang biasanya menjadi rutinitas penulisan tugas. Karya tulis orang lain yang dipublikasikan melalui internet harus kita berikan apresiasi sebagaimana mestinya dengan mencantumkan sumbernya jika kita jadikan referensi dalam penulisan kita. Jangan sampai kemudian kita mendapat komplain atau tuntunan dari pihak-pihak yang merasa dirugikan terhadap hasil karya mereka yang kita gunakan. Jadi intinya dalam hal ini adalah kita harus memperhatikan etika, baik itu mengambil, menggunakan, dan mempublikasikan data dan informasi ke dalam dunia internet seperti mematuhi etika ilmiah, Hak Atas Kekayaan Intelektual, serta menghindari plagiarisme. 

Sumber : http://bapsi.gunadarma.ac.id/wp-content/uploads/2011/11/etika-pemanfaatan-internet.pdf 

24 Okt 2013

Netiquette Dalam Berkomunikasi di Era Sosial Media

"Netiquette" adalah kombinasi dari kata "internet" dan "etiket”. Ini adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pedoman yang ditetapkan untuk perilaku yang tepat dan perilaku yang baik di Internet. Ketika berkomunikasi menggunakan internet, kita tidak bertatap muka dengan dengan pihak lain. Oleh karena itu, netiquette penting untuk menghindari perseteruan akibat salah memahami maksud dan makna yang disampaikan orang lain.

Berikut ini beberapa tips dalam menggunakan sosial media :
1.      Pergunakan kalimat yang jelas dan selesai.
Pergunakan bahasa yang mudah dipahami orang lain. Pilih kata-kata yang maknanya jelas. Jangan lupa, membuat kalimat yang utuh, jangan sepotong-sepotong yang bisa membuat orang lain susah memahami maksudnya.

2.      Jangan menulis menggunakan huruf kapital semua.
Huruf kapital seolah menandakan anda sedang marah atau berteriak. Jika ingin menambahkan penekanan pada sebuah kata, gunakan tanda asterik (*).

3.      Hati-hati memilih ikon atau simbol.
Untuk mengekspresikan isi hati, seringkali kita menggunakan ikon atu simbol untuk mewakilinya. Pilihlah ikon atau simbol yang tepat untuk menggambarkan isi hati Anda.

4.    Hargai privasi atau rahasia-rahasia orang lain dengan tidak mengumbarnya di  media sosial, sekalipun dengan tujuan bergurau atau bercanda.

5.   Tidak berbicara dan membagi konten yang memiliki unsur SARA dan Pornografi. Hindari berbicara ataupun menuliskan kalimat bercandaan yang memiliki unsur SARA ( Suku, Agama dan Ras ) serta pornografi. Karena selain bisa menyinggung pihak lain juga bisa menimbulkan salah persepsi dan membawa dampak yang buruk. Tidak semua pengguna sosial media mengerti akan konsep ini, karena itu mulailah dari diri kita untuk tidak berbicara dan membagi konten yang mengandung unsur diatas.

6.      Jangan mengumbar informasi pribadi di internet. Hal ini bertujuan untuk menghindari hal – hal yang tidak di inginkan.

7.      Bijaksana dalam menggunakan kalimat di sosial media.

Dalam menggunakan social media sendiri kita harus tahu batasan atau etika dalam berkomunikasi. Karena tidak memungkinkannya untuk bertemu muka dengan pihak lain, maka apa yang kita tulis di social media seringkali dapat menjadi boomerang sendiri untuk kita.  

3 Mei 2013

Resensi Buku Pengetahuan : Telaah Kualitas Air

Resensi Buku Pengetahuan "Telaah Kualitas Air" 


Judul : Telaah Kualitas Air : Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan

Penulis : Hefni Effendi

Penerbit : Kanisius, Yogyakarta, 2003

Tebal : 258 halaman



    Buku non fiksi karya Hefni Effendi ini memuat berbagai macam pengetahuan dan penjelasan tentang air. Air merupakan sumber daya alam yang diperlukan untuk hajat hidup orang banyak, bahkan oleh semua makhluk hidup. Pesatnya laju pembangunan di negara kita telah menyebabkan menurunnya kualitas air yang ada. Kondisis ini menimbulkan gangguan, kerusakan, dan bahaya bagi semua makhluk hidup yang bergantung pada sumber daya air. Sehingga diperlukan pengelolaan dan perlindungan sumber daya air secara seksama. Tetapi minimnya pengetahuan tentang kualitas dan pengelolaan air menyebabkan usaha ini tidak berjalan secara maksimal.

    Buku ini tidak hanya membahas tentang tingkatan kualitas air tetapi juga membahas banyak hal menarik lainnya. Seperti misalnya karakteristik air, bagaimana sifat air secara umum dan siklus hidrologinya. Karakteristik badan air yang meliputi air permukaan dan air tanah. Buku ini membahas secara rinci tentang parameter-parameter kualitas air, khususnya parameter fisika dan kimia. Buku ini juga membahas tentang ion-ion yang dapat terkandung di dalam air serta bentuk-bentuk pencemaran yang dapat terjadi.

    Seperti yang sudah disebutkan di atas, buku ilmu pengetahuan ini ditulis oleh Hefni Effendi. Beliau merupakan dosen tetap pada Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB. Selain sudah menyelesaikan program master pada The University of Sheffield, Inggris, beliau juga telah banyak mengikuti berbagai pelatihan dan seminar tentang pengelolaan, perairan, dan pengelolaan limbah, baik sebagai pembicara maupun sebagai peserta sehingga sudah pasti beliau memiliki segudang pengalaman dan pengetahuan yang dapat dibagikan lewat buku Telaah Kualitas Air ini.

    Selain dapat menambah pengetahuan, kelebihan lain dari buku ini yaitu bahasa yang digunakan jelas dan mudah dipahami serta dapat menjelaskan hal-hal yang sulit dengan kalimat yang mudah dimengerti. Selain itu, buku ini juga mengandung berbagai macam rumus kimia dan fisika yang disertai pula dengan contoh-contoh soalnya yang membuat kita dapat memahami rumus tersebut. Susunan isi buku pun sangat terstruktur dan bertahap sehingga antara satu bagian dengan bagian yang lain terdapat kesinambungan yang jelas.

    Tetapi, buku ini merupakan buku yang berat untuk dibaca oleh anak-anak maupun remaja sekolah (SMP ataupun SMA), karena isinya merupakan gabungan dari teori kimia, fisika dan biologi serta merupakan satu kesatuan yang kompleks yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Sehingga walaupun bahasa yang digunakan jelas dan lugas tetapi secara keseluruhan buku ini memuat suatu topik yang berat untuk dipahami oleh anak-anak usia sekolah. Selain itu buku ini hanya berisi pengetahuan-pengetahuan tentang kualitas air dan pencemaran air tetapi tidak terdapat cara-cara untuk menjaga kualitas air dari pencemaran sehingga tidak terdapat solusi dalam mengatasi masalah pencemaran air ini.

    Terlepas dari kekurangan-kekurangan yang ada, buku ini tetap memiliki ketertarikan tersendiri dan merupakan sumber informasi yang sangat lengkap dan akurat yang mungkin tidak dapat ditemukan pada buku-buku yang lain. Bagaimanapun juga, air merupakan suatu bagian yang sangat penting dalam kehidupan makhluk hidup sehingga sudah sepantasnya kita menjaga dan melestarikan air dari berbagai pencemaran dengan terlebih dahulu mengenal sifat dan karakter dari air itu sendiri.

17 Nov 2012

Resensi Novel

Resensi Novel 
Pengarang : Dewi "Dee" Lestari

Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh


Oleh : Andini Putri Sari
Judul : Supernova : Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh
Pengarang : Dewi "Dee" Lestari
Tahun Terbit : 2001
Cetakan : V

Resensi Buku 

   Bercerita tentang bertemunya dua laki-laki bernama Ruben dan Dhimas yang sama-sama berkuliah di luar negeri, tepatnya di New York, Amerika Serikat. Awalnya mereka saling berbeda pendapat yang mengakibatkan jauhnya kekerabatan mereka. Dengan kata lain mereka berdua berbeda ideologi. Namun semua menjadi berubah setelah satu sama lain saling mengetahui bahwa mereka berdua adalah gay. Akhirnya mereka berdua saling jatuh cinta.

   Kehidupan mereka tidak jauh berbeda dengan mahasiswa-mahasiswa yang lain. Salah satu kebiasaan buruk mereka yaitu sering mengikuti pesta-pesta gila. Pada ujungnya mereka berdua berinisiatif untuk membuat sebuah karangan roman yang dapat membuat orang-orang yang membacanya berdecak kagum. 10 tahun menjadi target dalam pembuatan karangan ini.

   Mereka pun tinggal di bawah satu atap. Cerita yang dibuat mereka diawali tentang seorang lajang sukses yang bernama Ferre. Ferre adalah seorang karyawan yang super sibuk. Jadwalnya pun jarang sekali kosong. Tetapi entah mengapa, pada suatu hari jadwalnya sangat kosong. Hanya ada satu interview dengan sebuah majalah. Interview pun dilakukan. Satu yang menarik, antara Ferre dan wartawan majalah yang bernama Rana ini ada perasaan satu sama lain. Akhirnya mereka berdua saling jatuh cinta.

   Kemudian kisah yang dibuat mereka juga menceritakan tentang seorang model yang merangkap menjadi pelacur yang bernama Diva. Awalnya dia adalah model yang sukses. Tetapi reputasinya menurun dikarenakan perkataannya yang sangat pedas pada sebuah acara pergelaran busana anak-anak.

   Akhirnya dia pun pensiun dari dunia model. Konflik terjadi disaat percintaan Ferre dan Rana diketahui oleh Arwin,yaitu suami dari Rana itu sendiri. Kemelut pun terjadi. Ferre mencintai Rana dan Rana juga ingin bercerai dari suaminya akibat ketidak-cocokan mereka.

Kelebihan novel tersebut : 
1.  Bahasanya yang cukup ringan dibandingkan dengan novel-novel sastra lainnya.
2.  Novel ini mampu membuat pembacanya terus tertarik hingga akhir cerita.

Kekurangan novel tersebut : 
1.  Harga novel tersebut mahal bagi kalangan mahasiswa.
2.  Novel tersebut cukup tebal untuk pembaca.



29 Okt 2012

Kata - Kata Yang Berasal Dari Lingkungan

Kata - kata yang berasal dari lingkungan yaitu :

- Apel Malang

- Bunga Bangkai 
- Bunga Matahari
- Bunga Putri Malu

- Cat Kuku
- Cat Rambut
- Cat Tembok
- Cicak

- Dangdut

- Gula Pasir
- Gula Batu

- Ikan Asin
- Ikat Pinggang

- Jambu Air
- Jambu Biji
- Jam Dinding
- Jam Tangan

- Kacamata
- Kacang Hijau
- Kacang Merah
- Kacang Tanah
- Kaos Kaki
- Kursi Goyang
- Kursi Roda

- Minuman Botol
- Minuman Kaleng

- Meja Belajar

- Nasi Goreng
- Ngorok

- Papan Berjalan
- Papan Tulis

- Sarung Tangan
- Sendal Jepit
- Sepeda Motor

- Tanda Tangan 
- Telur Asin
- Tokek 

- Undur - undur 

2 Okt 2012

Perkembangan Bahasa Indonesia Di Negara ASEAN

Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia

1) Perkembangan Bahasa Indonesia Sebelum Merdeka
Pada dasarnya Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Pada zaman Sriwijaya, bahasa Melayu di pakai sebagai bahasa penghubung antar suku di Nusantara dan sebagai bahasa yang di gunakan dalam perdagangan antara pedagang dari dalam Nusantara dan dari luar Nusantara.

Perkembangan dan pertumbuhan Bahasa Melayu tampak lebih jelas dari berbagai peninggalan-peninggalan misalnya:

  • Tulisan yang terdapat pada batu Nisan di Minye Tujoh, Aceh pada tahun 1380
  • Prasasti Kedukan Bukit, di Palembang pada tahun 683.
  • Prasasti Talang Tuo, di Palembang pada Tahun 684.
  • Prasasti Kota Kapur, di Bangka Barat, pada Tahun 686.
  • Prasati Karang Brahi Bangko, Merangi, Jambi, pada Tahun 688.

Dan pada saat itu Bahasa Melayu telah berfungsi sebagai:

  1. Bahasa kebudayaan yaitu bahasa buku-buku yang berisia aturan-aturan hidup dan sastra.
  2. Bahasa perhubungan (Lingua Franca) antar suku di indonesia
  3. Bahasa perdagangan baik bagi suku yang ada di Indonesia maupun pedagang yang berasal dari luar indonesia.
  4. Bahasa resmi kerajaan.

Bahasa melayu menyebar ke pelosok Nusantara bersamaan dengan menyebarnya agama Islam di wilayah Nusantara, serta makin berkembang dan bertambah kokoh keberadaannya karena bahasa Melayu mudah di terima oleh masyarakat Nusantara sebagai bahasa perhubungan antar pulau, antar suku, antar pedagang, antar bangsa dan antar kerajaan. Perkembangan bahasa Melayu di wilayah Nusantara mempengaruhi dan mendorong tumbuhnya rasa persaudaraan dan rasa persatuan bangsa Indonesia, oleh karena itu para pemuda indonesia yang tergabung dalam perkumpulan pergerakan secara sadar mengangkat bahasa Melayu menjadi bahasa indonesia menjadi bahasa persatuan untuk seluruh bangsa indonesia. (Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928).

2) Perkembangan Bahasa Indonesia Sesudah Merdeka
Bahasa Indonesia lahir pada tanggal 28 Oktober 1928. Pada saat itu, para pemuda dari berbagai pelosok Nusantara berkumpul dalam rapat, para pemuda berikrar:

  1. Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Air Indonesia.
  2. Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia.
  3. Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Ikrar para pemuda ini di kenal dengan nama “Sumpah Pemuda”. Unsur yang ketiga dari “Sumpah Pemuda” merupakan pernyataan tekad bahwa bahasa indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa indonesia. Pada tahun 1928 bahasa Indonesia di kokohkan kedudukannya sebagai bahasa nasional. Bahasa Indonesia di nyatakan kedudukannya sebagai bahasa negara pada tanggal 18 Agustus 1945, karena pada saat itu Undang-Undang Dasar 1945 di sahkan sebagai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Di dalam UUD 1945 di sebutkan bahwa “Bahasa Negara Adalah Bahasa Indonesia,(pasal 36). Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, telah mengukuhkan kedudukan dan fungsi bahasa indonesia secara konstitusional sebagai bahasa negara. Kini bahasa indonesia di pakai oleh berbagai lapisan masyarakat indonesia.

Peresmian Nama Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia dan bahas persatuan bangsa indonesia. Bahasa indonesia di resmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Di Timor Leste, Bahasa Indonesia berposisi sebagi bahasa kerja. Dari sudut pandang Linguistik, bahasa indonesia adalah salah satu dari banyak ragam bahasa Melayu. Dasar yang dipakai adalah bahasa Melayu-Riau dari abad ke-19.

Dalam perkembangannya ia mengalami perubahan akibat penggunaannya sebagi bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20. Penamaan “Bahasa Indonesia” di awali sejak di canangkannya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, untuk menghindari kesan “Imperialisme bahasa” apabila nama bahasa Melayu tetap di gunakan.

Proses ini menyebabkan berbedanya Bahasa indonesia saat ini dari varian bahasa Melayu yang di gunakan di Riau maupun Semenanjung Malaya. Hingga saat ini, bahasa indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing. Meskipun di pahami dan di tuturkan oleh lebih dari 90% warga indonesia, bahasa indonesia bukanlah bahasa ibu bagi kebanyakan penuturnya. Sebagian besar warga indonesia menggunakan salah satu dari 748 bahasa yang ada di indonesia sebagai bahasa Ibu. Penutur Bahasa indonesia kerap kali menggunakan versi sehari-hari (kolokial) atau mencampur adukkan dengan dialek Melayu lainnya atau bahasa Ibunya.

Meskipun demikian , bahasa indonesia di gunakan di gunakan sangat luas di perguruan-perguruan. Di media massa, sastra, perangkat lunak, surat-menyurat resmi, dan berbagai forum publik lainnya, sehingga dapatlah dikatakan bahwa bahasa indonesia di gunakan oleh semua warga indonesia. Bahasa Melayu dipakai dimana-mana diwilayah nusantara serta makin berkembang dengan dan bertambah kukuh keberadaannya. Bahasa Melayu yang dipakai didaerah-daerah diwilayah nusantara dalam pertumbuhan dipengaruhi oleh corak budaya daerah. Bahasa Melayu menyerap kosa kata dari berbagai bahasa, terutama dari bahasa sanskerta, bahasa Persia, bahasa Arab, dan bahasa-bahasa Eropa.

Bahasa Melayu pun dalam perkembangannya muncul dalam berbagai variasi dan dialek. Perkembangan bahasa Melayu diwilayah nusantara mempengaruhi dan mendorong tumbuhnya rasa persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia. Komikasi rasa persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia. Komunikasi antar perkumpulan yang bangkit pada masa itu menggunakan bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia, yang menjadi bahasa persatuan untuk seluruh bangsa Indonesia dalam sumpah pemuda 28 Oktober 1928. Untuk memperoleh bahasa nasionalnya, Bangsa Indonesia harus berjuang dalam waktu yang cukup panjang dan penuh dengan tantangan.

Perjuagan demikian harus dilakukan karena adanya kesadaran bahwa di samping fungsinya sebagai alat komunikasi tunggal, bahasa nasional sebagai salah satu ciri cultural, yang ke dalam menunjukkan sesatuan dan keluar menyatakan perbedaan dengan bangsa lain.

Ada empat faktor yang menyebabkan Bahasa melayu diangkat menjadi bahasa Indonesia, yaitu:

  1. Bahasa melayu adalah merupakan Lingua Franca di Indonesia, bahasa perhubungan dan bahasa perdagangan.
  2. Sistem bahasa melayu sederhana, mudah di pelajari karena dalam bahasa melayu tidak di kenal tingkatan bahasa (bahasa kasar dan bahasa halus).
  3. Suku Jawa, Suku Sunda, dan Suku2 yang lainnya dengan sukarela menerima bahasa melayu menjadi bahasa indonesia sebagai bahasa nasional.
  4. Bahasa melayu mempunyai kesanggupan untuk di pakai sebagai bahasa kebudayaan dalam arti yang luas.


Bahasa Indonesia adalah bahasa modern yang telah melalui beberapa sinkronisasi sejak pertama terkenal sebagai bahasa resmi Republik Indonesia pada tahun 1945. Bahasa Indonesia paling banyak digunakan keenam di dunia, setelah Mandarin, Inggris, Hindi, Spanyol dan Arab. Menurut saya, bahasa Indonesia seharusnya di gunakan di negara ASEAN, mengingat Republik Indonesia di kawasan negara ASEAN. Indonesia sangat menghargai nilai – nilai bahwa demokrasi dibangun berdasarkan kearifan local, sehingga wajar Indonesia berpendapat harus ada satu bahasa yang bisa menyatukan warga ASEAN. Dalam konteks ASEAN, bahasa Inggris bukanlah bahasa resmi yang di gunakan di negara ASEAN.  




21 Apr 2012

7 Mata Uang Tertua Di Indonesia

Negara indonesia terbilang sebagai salah satu kawasan yang mempunyai peradaban yang cukup tinggi dan maju, namun dalam urusan mata uang, indonesia masih terbilang muda dalam mengenal mata uang. tercatat negeri ini baru mempunyai uang resmi pada abad ke 8, itupun karena adanya pengaruh dari negara-negara tetangga yang saat itu sudah mempunyai mata uang sendiri (China dan India)

Berikut ini, daftar 7 mata uang tertua di indonesia :


1. Uang Syailendra (850 M)
 


Mata uang Indonesia dicetak pertama kali sekitar tahun 850/860 Masehi, yaitu pada masa kerajaan Mataram Syailendra yang berpusat di Jawa Tengah. Koin-koin tersebut dicetak dalam dua jenis bahan emas dan perak, mempunyai berat yang sama, dan mempunyai beberapa nominal :
* Masa (Ma), berat 2.40 gram; sama dengan 2 Atak atau 4 Kupang
* Atak, berat 1.20 gram; sama dengan ½ Masa, atau 2 Kupang
* Kupang (Ku), berat 0.60 gram; sama dengan ¼ Masa atau ½ Atak
Sebenarnya masih ada satuan yang lebih kecil lagi, yaitu ½ Kupang (0.30 gram) dan 1 Saga (0,119 gram).
Koin emas zaman Syailendra berbentuk kecil seperti kotak, dimana koin dengan satuan terbesar (Masa) berukuran 6 x 6/7 mm saja. Pada bagian depannya terdapat huruf Devanagari “Ta”. Di belakangnya terdapat incuse (lekukan ke dalam) yang dibagi dalam dua bagian, masing-masing terdapat semacam bulatan. Dalam bahasa numismatik, pola ini dinamakan “Sesame Seed”.
Sedangkan koin perak Masa mempunyai diameter antara 9-10 mm. Pada bagian muka dicetak huruf Devanagari “Ma” (singkatan dari Masa), dan di bagian belakangnya terdapat incuse dengan pola “Bunga Cendana”.

2. Uang Krishnala, Kerajaan Jenggala (1042-1130 M)
 


Pada zaman Daha dan Jenggala, uang-uang emas dan perak tetap dicetak dengan berat standar, walaupun mengalami proses perubahan bentuk dan desainnya. Koin emas yang semula berbentuk kotak berubah desain menjadi bundar, sedangkan koin peraknya mempunyai desain berbentuk cembung, dengan diameter antara 13-14 mm.
Pada waktu itu uang kepeng Cina datang begitu besar, sehingga saking banyaknya jumlah yang beredar, akhirnya dipakai secara “resmi” sebagai alat pembayaran, menggantikan secara total fungsi dari mata uang lokal emas dan perak.

3. Uang “Ma”, (Abad ke-12)
 



Mata uang Jawa dari emas dan perak yang ditemukan kembali, termasuk di situs kota Majapahit, kebanyakan berupa uang “Ma”, (singkatan dari māsa) dalam huruf Nagari atau Siddham, kadang kala dalam huruf Jawa Kuno. Di samping itu beredar juga mata uang emas dan perak dengan satuan tahil, yang ditemukan kembali berupa uang emas dengan tulisan ta dalam huruf Nagari. Kedua jenis mata uang tersebut memiliki berat yang sama, yaitu antara 2,4 – 2,5 gram.
Selain itu masih ada beberapa mata uang emas dan perak berbentuk segiempat, ½ atau ¼ lingkaran, trapesium, segitiga, bahkan tak beraturan sama sekali. Uang ini terkesan dibuat apa adanya, berupa potongan-potongan logam kasar; yang dipentingkan di sini adalah sekedar cap yang menunjukkan benda itu dapat digunakan sebagai alat tukar. Tanda tera atau cap pada uang-uang tersebut berupa gambar sebuah jambangan dan tiga tangkai tumbuhan atau kuncup bunga (teratai?) dalam bidang lingkaran atau segiempat. Jika dikaitkan dengan kronik Cina dari zaman Dinasti Song (960 – 1279) yang memberitakan bahwa di Jawa orang menggunakan potongan-potongan emas dan perak sebagai mata uang, mungkin itulah yang dimaksud.

4. Uang Gobog Wayang, Kerajaan Majapahit (Abad k-13)
 


Pada zaman Majapahit ini dikenal koin-koin yang disebut “Gobog Wayang”, dimana untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh Thomas Raffles, dalam bukunya The History of Java. Bentuknya bulat dengan lubang tengah karena pengaruh dari koin cash dari Cina, ataupun koin-koin serupa yang berasal dari Cina atau Jepang. Koin gobog wayang adalah asli buatan lokal, namun tidak digunakan sebagai alat tukar. Sebenarnya koin-koin ini digunakan untuk persembahan di kuil-kuil seperti yang dilakukan di Cina ataupun di Jepang sehingga disebut sebagai koin-koin kuil. Setelah redup dan runtuhnya kerajaan Majapahit di Jawa Timur (1528), Banten di Jawa bagian barat muncul sebagai kota dagang yang semakin ramai.

5. Uang Dirham, Kerajaan Samudra Pasai (1297 M)
 


Mata uang emas dari Kerajaan Samudra Pasai untuk pertama kalinya dicetak oleh Sultan Muhammad yang berkuasa sekitar 1297-1326. Mata uangnya disebut Dirham atau Mas, dan mempunyai standar berat 0,60 gram (berat standar Kupang). Namun ada juga koin-koin Dirham Pasai yang sangat kecil dengan berat hanya 0,30 gram (1/2 Kupang atau 3 Saga). Uang Mas Pasai mempunyai diameter 10–11 mm, sedangkan yang setengah Mas berdiameter 6 mm. Pada hampir semua koinnya ditulis nama Sultan dengan gelar “Malik az-Zahir” atau “Malik at-Tahir”.

6. Uang Kampua, Kerajaan Buton (Abad ke-14)
 


Uang yang sangat unik,yang dinamakan Kampua dengan bahan kain tenun ini merupakan satu-satunya yang pernah beredar di Indonesia. Menurut cerita rakyat Buton, Kampua pertamakali diperkenalkan oleh Bulawambona,yaitu Ratu kerajaan Buton yang kedua,yang memerintaha sekitar abad XIV. Setelah ratu meninggal,lalu diadakan suatu “pasar” sebagai tanda peringatan atas jasa-jasanya bagi kerajaan Buton. Pada pasar tersebut orang yang berjualan engambil tempat dengan mengelilingi makam Ratu Bulawambona. Setelah selesai berjualan,para pedagang memberikan suatu upetiyang ditaruh diatas makam tersebut,yang nantinya akan masuk ke kas kerajaan. Cara berjualan ini akhirnya menjadi suatu tradisi bagi masyarakat Buton,bahkan sampai dengan tahun 1940.

7. Uang Kasha Banten, Kesultanan Banten (Abad ke-15)
 


Mata-uang dari Kesultanan banten pertama kali dibuat sekitar 1550-1596 Masehi. Bentuk koin Banten mengambil pola dari koin cash Cina yaitu dengan lubang di tengah, dengan ciri khasnya 6 segi pada lubang tengahnya (heksagonal). Inskripsi pada bagian muka pada mulanya dalam bahasa Jawa: “Pangeran Ratu”. Namun setelah mengakarnya agama Islam di Banten, inskripsi diganti dalam bahasa Arab, “Pangeran Ratu Ing Banten”. Terdapat beberapa jenis mata-uang lainnya yang dicetak oleh Sultan-sultan Banten, baik dari tembaga ataupun dari timah, seperti yang ditemukan pada akhir-akhir ini.

Source